إندونيسيا اليوم
تأسس إندونيسيا اليوم في 24 ابريل عام 2014م, وبدأ بثها التجريبي في 29 ابريل 2014م, لتكون بذلك من أوائل وكالة أنباء في إندونيسيا توفر رسمياً خدمة الأخبار بالعربية

المستشفيات الإندونيسية تواجه نقص معدات الوقاية الشخصية ومعدات الرعاية الصحية

Doni Monardo: Lapor ke Dinkes bila RSUD kekurangan APD

152

جاكرتا، إندونيسيا اليوم – أكد دوني موناردو ، رئيس فرقة العمل المعنية بتسريع التخفيف من كوفيد-19 ، أن المستشفيات العامة المحلية على مستوى الدولة التي تواجه نقصًا في معدات الحماية الشخصية ومعدات الرعاية الصحية الأخرى يمكنها إخطار المكاتب الصحية في مقاطعتها، حسبما أوردته وكالة الأنباء أنتارا اليوم السبت (11/4).

وأشار إلى أن “المستشفيات المحلية يجب أن تخطر مكتب الصحة الإقليمي بأي مشاكل ، مثل نقص معدات الوقاية الشخصية. وسيتصل المكتب الصحي بعد ذلك بفرقة العمل المعنية بتسريع معالجة كوفيد – 19.

صرح موناردو، أن فرقة العمل قد شكلت فريقًا خاصًا بدعم من الجيش الإندونيسي لتوزيع معدات الرعاية الصحية على جميع مناطق البلاد.

وكشف عن أن “فرقة العمل كوفيد – 19 لديها وحدة خاصة تتولى توزيع المعدات الصحية على جميع المقاطعات. ويقود الفريق نائب مساعد عملية قائد القوات الجوية الإندونيسية جوري كولاي”.

وأكد موناردو أن الجيش الإندونيسي سيجهز وسائل النقل الجوي لتوزيع المعدات الصحية على موقع الوجهة في غضون يوم واحد. علاوة على ذلك ، سيقوم الرئيس المحلي لفرقة العمل كوفيد – 19 بتوزيع المعدات على المستشفيات في المناطق.

وأكد موناردو أن فرقة العمل قد أعطت الأولوية لحاجة معدات الوقاية الشخصية للعاملين الطبيين في طليعة الكفاح ضد الفيروس التاجي.

وشدد على “أننا نشعر بقلق عميق حيال العاملين الطبيين في الخطوط الأمامية لأنهم أبطال الإنسانية ، الأبطال الحقيقيون”.

وقال “إن فريق العمل لا يريد أن يرى العاملين في المجال الطبي يصبحون ضحايا (الفيروس التاجي) بسبب نقص معدات الوقاية الشخصية”.

وقد وزعت فرقة العمل حتى الآن 650 ألف مجموعة من الدعاوى الخطرة على جميع المناطق في جميع أنحاء إندونيسيا.

وأشار موناردو إلى أن “جاكرتا ، على سبيل المثال ، تلقت 121،950 وحدة من معدات الوقاية الشخصية ؛ وجاوة الغربية ، 62 ألفاً ، وجاوة الوسطى والشرقية ، 40 ألفا على التوالي. وقد تلقت جميع المقاطعات في إندونيسيا معدات الوقاية الشخصية”.

//إندونيسيا اليوم/متابعات/أنتارا/معراج//


Jakarta, Indonesiaalyoum.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta semua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) di provinsi setempat jika membutuhkan alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan lainnya.

“RSUD-RSUD kalau ada masalah, seperti kekurangan APD langsung bicara dengan Dinkes provinsi. Nanti Dinkes provinsi yang berhubungan dengan Gugus Tugas Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 ,” kata Doni Monardo saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Sabtu.

Terkait hal itu, Gugus Tugas telah membentuk tim khusus yang dibantu jajaran TNI untuk mendistribusikan alat kesehatan ke seluruh Indonesia.

“Gugus Tugas COVID-19 pusat memiliki unit yang khusus menangani distribusi alat kesehatan ke seluruh ibu kota provinsi, yang dipimpin Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsekal Pertama Jorry Koloay,” katanya.

Ia memastikan TNI akan menyiapkan semua transportasi udara sehingga alat kesehatan yang dibutuhkan bisa sampai ke ibu kota provinsi dalam satu hari.

Selanjutnya, kata dia, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 daerah yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan alat kesehatan ke RSUD-RSUD di kabupaten dan kota.

Dia menegaskan Gugus Tugas sangat memerhatikan kebutuhan para petugas medis yang berada di garis terdepan penanganan COVID-19.

“Kami sangat ‘concern’ kepada petugas medis yang berada di garis terdepan karena mereka adalah pahlawan kemanusiaan, pahlawan sejati,” kata Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.

Untuk itu, pengadaan alat kesehatan termasuk APD menjadi tugas prioritas Gugus Tugas guna memenuhi kebutuhan para petugas medis.

“Gugus Tugas tidak ingin para petugas medis menjadi korban karena persoalan APD,” katanya.

Dia menyebutkan bahwa sejauh ini sudah 650 ribu set APD tipe hazmat yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.

“DKI Jakarta misalnya, sudah mendapat pasokan 121.950 APD, Jawa Barat 62.000 APD. Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing sekitar 40.000 APD. Seluruh provinsi di Indonesia mendapat pasokan APD,” katanya.

Setiap pekannya, APD terus didistribusikan ke seluruh Indonesia. Gugus Tugas terus berupaya agar pasokan APD selalu tersedia karena saat ini barang tersebut juga dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia, demikian Doni Monardo.

Sumber : Antara

(102)

تعليقات
Loading...
Click Me