يوسف كالا يعرب عن حزنه لوفاة المرشد الإيراني علي خامنئي إثر هجوم أميركي-إسرائيلي
JK Sedih Pemimpin Iran Khamenei Wafat Imbas Serangan AS-Israel
جاكرتا، إندونيسيا اليوم — أعرب نائب الرئيس الإندونيسي الأسبق يوسف كالا عن حزنه لوفاة المرشد الأعلى للجمهورية الإسلامية الإيرانية علي خامنئي، والذي أفادت تقارير بمقتله في هجوم عسكري مشترك نفذته الولايات المتحدة و إسرائيل داخل إيران.
وقال كالا للصحفيين في مقر إقامته بجنوب جاكرتا، الأحد (1 مارس 2026)، إن شهر رمضان يشهد تصاعدًا مقلقًا للنزاعات في العالم، ولا سيما في العالم الإسلامي، مشيرًا إلى أن الهجوم وقع في وقت كانت فيه طهران وواشنطن تجريان مفاوضات. وأضاف أن استهداف إيران خلال مرحلة التفاوض يثير تساؤلات أخلاقية، معتبرًا أن ذلك يمثل وضعًا يبعث على القلق.
وأوضح كالا أنه يشعر بالحزن لوفاة خامنئي في تلك الهجمات، مع إقراره بوجود توترات داخلية في إيران، حيث أشار إلى وجود عدة تيارات سياسية، من بينها مؤيدو الحكومة، وجماعات تطالب بالإصلاح والتغيير، فضلًا عن أنصار النظام الملكي السابق المرتبط بأسرة بهلوي، لافتًا إلى أن بعض هذه الأطراف قد تنظر إلى التطورات الأخيرة بصورة مختلفة. ومع ذلك شدد على أن مقتل أعلى قيادة سياسية في إيران يبقى أمرًا مؤسفًا ومثيرًا للحزن.
وأكد كالا أن إندونيسيا، بوصفها دولة ذات غالبية مسلمة، تسعى في هذا الشهر الفضيل إلى الدعوة لوقف التصعيد والدعاء بإنهاء النزاعات، مشيرًا إلى أن تحقيق السلام في مثل هذه الصراعات أمر بالغ الصعوبة.
وكانت الولايات المتحدة وإسرائيل قد بدأتا، السبت (28 فبراير)، عملية عسكرية واسعة استهدفت منشآت القيادة والسيطرة التابعة لـ الحرس الثوري الإيراني، ومواقع إطلاق الصواريخ الباليستية والطائرات المسيّرة، إضافة إلى مطارات عسكرية ومنظومات دفاع جوي إيرانية.
وأفادت جمعية الهلال الأحمر الإيراني بأن الهجوم أسفر عن مقتل أكثر من 200 شخص وإصابة نحو 750 آخرين، مشيرة إلى أن الضربات طالت 24 محافظة من أصل 31 في البلاد.
من جهته، أعلن القيادة المركزية الأميركية أنه يحقق في تقارير تفيد بإصابة مدرسة للبنات في جنوب إيران، وهو ما قال مسؤولون إيرانيون إنه أدى إلى مقتل أكثر من 100 طالبة.
كما نفذت القوات الجوية الإسرائيلية أكبر عملية جوية في تاريخ جيش الدفاع الإسرائيلي، بمشاركة أكثر من 200 طائرة استهدفت مواقع صاروخية وقواعد جوية للحرس الثوري. وأعلن الجيش الإسرائيلي أنه ضرب منظومات دفاعية في غرب ووسط إيران، مدعيًا استهداف أكثر من 500 موقع، بينها منصات إطلاق صواريخ وأنظمة دفاع جوي. وبحسب التقارير، أسفرت الهجمات المشتركة عن مقتل عدد من كبار المسؤولين الإيرانيين، من بينهم المرشد الأعلى علي خامنئي.
تابع الأخبار والمقالات الأخرى على قناة واتساب
إرني بوسبيتا ساري | إندونيسيا اليوم | ديتيك
JAKARTA, INDONESIA ALYOUM.COM – Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) mengaku sedih atas tewasnya Ali Khamenei dalam peristiwa tersebut.
“Dalam bulan suci Ramadan ini, kita merasa sangat prihatin begitu banyak perang di dunia ini, khususnya menyangkut di dunia Islam. Kemarin kita mengetahui bagaimana Amerika-Israel menyerang Iran. Padahal Iran dan Amerika sedang berunding,” ujar JK kepada wartawan di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).
Dia mengatakan, dari segi etik, Iran dan AS dalam tahap perundingan. JK menyayangkan dalam situasi itu AS dan Israel justru menyerang Iran.
“Dari segi etik, kalau sedang berunding jangan serang kan? Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan karena gejala Amerika menyerang apa saja yang mereka tidak sesuai dengan pandangan-pandangannya,” jelasnya.
JK mengaku sedih Ali Khamenei wafat atas serangan AS-Israel. Kendati demikian, JK juga menyadari adanya pergolakan serta demonstrasi menyikapi kepemimpinan Khamenei tersebut.
“Kita tentu sangat bersedih bahwa pimpinan Iran Ali Khamenei wafat. Walaupun tentu juga di Iran sendiri terjadi pergolakan. Banyak di Iran ada tiga kelompok, kelompok pemerintah, juga kelompok yang ingin perubahan reformasi setelah 39 tahun yang terjadi kita tahu begitu banyak demonstrasi sebulan yang lalu,” ucapnya.
Dia mengatakan ada dua kelompok di Iran yang senang atas kematian Ali Khamenei. Namun JK tetap berduka dan menyayangkan terkait kematian pimpinan tertinggi di Iran itu.
“Kemudian, kelompok monarki yang lama Pahlavi. Nah, ini dua kelompok ini tentu senang saja adanya situasi ini. Jadi tidak semua memang Iran itu ada suatu. Namun demikian, dengan membunuh pimpinan Ali Khamenei itu juga suatu hal yang sangat kita sayangkan dan kita bersedih dan berduka karena hal tersebut,” tuturnya.
“Dan Indonesia tentu sebagai negara yang mayoritas Islam, apalagi di bulan Ramadan ini tentu berupaya bagaimana kita setidak-tidaknya menyerukan, mendoakan ini agar berhenti segera situasi ini. Karena untuk mendamaikan itu sulit sekali dan tidak mungkin kita lakukan seperti apa yang kita harapkan seperti itu,” tutupnya.
Sebelumnya, AS dan Israel memulai operasi skala besar pada Sabtu (28/2). Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan gabungan tersebut menewaskan lebih dari 200 orang di Iran dan menyebabkan hampir 750 orang terluka. Serangan tersebut menghantam 24 dari 31 provinsi di Iran.
Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan sedang menyelidiki laporan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran selatan, yang menurut pejabat Iran menewaskan lebih dari 100 siswi. Angkatan Udara Israel juga melakukan penerbangan militer terbesar dalam sejarah Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dengan lebih dari 200 jet menyerang lokasi rudal Iran dan pangkalan udara IRGC.
IDF menyatakan mereka telah menghantam sistem pertahanan di Iran barat dan tengah. IDF mengklaim bahwa mereka telah menyerang lebih dari 500 target, termasuk peluncur rudal Iran dan sistem pertahanan udara.
Serangan AS dan Israel menewaskan sejumlah petinggi Iran. Salah satunya ialah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Erni Puspita Sari | DETIK
