indonesiaalyoum.com
إندونيسيا اليوم

حريق في محطة تعبئة غاز بإندونيسيا يلتهم مساحة 2000 متر مربع

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Hanguskan Lahan 2.000 Meter Persegi

0 31

جاكرتا، إندونيسيا اليوم – اندلع حريق كبير في محطة لتعبئة غاز الطهي في منطقة بيكاسي، ما أدى إلى احتراق مساحة تُقدَّر بنحو 2000 متر مربع وإلحاق أضرار جسيمة بالموقع والمناطق المحيطة.

وذكرت السلطات المحلية أن الحريق وقع مساء الأربعاء أثناء تشغيل المحطة، ما زاد من خطورته بسبب وجود الغاز واحتمالات الانفجار. وتشير التقديرات الأولية إلى أن السبب المحتمل للحريق هو تماس كهربائي.

إقرأ أيضا: زلزال بقوة 7.6 يضرب شمال سولاويسي ومالوكو الشمالية، والسكان: “حتى الطرق اهتزت”

وأوضح المسؤول في جهاز الإطفاء أن التعامل مع هذا النوع من الحرائق يتطلب إجراءات خاصة، نظرًا لوجود الغاز الذي يستدعي تحديد مصادر الاشتعال بدقة والتعامل معها بحذر شديد، لتفادي وقوع انفجارات إضافية.

وشاركت في عمليات الإطفاء فرق كبيرة، حيث تم الدفع بـ12 سيارة إطفاء من المدينة، إضافة إلى ثلاث وحدات دعم من المناطق المجاورة، بمشاركة نحو 100 عنصر بين رجال إطفاء وفرق مساندة. وتمكنت الفرق من السيطرة على الحريق، قبل أن تبدأ عمليات التبريد لضمان عدم اشتعاله مجددًا.

وامتدت ألسنة اللهب إلى المناطق السكنية القريبة، حيث تضررت عشرات المنازل الواقعة على بُعد أمتار قليلة من موقع الحريق، كما تأثرت بعض المتاجر المجاورة. وتسببت شدة النيران والانفجارات في تناثر أجزاء من أسقف المنازل إلى الشارع، فيما بدت الجدران متفحمة ومغطاة بالسواد.

إقرأ أيضا: إندونيسيا تسيطر على 60% من سوق زيت النخيل عالميًا، والتصنيع التحويلي سلاحها الاقتصادي الجديد

كما سادت في المنطقة روائح قوية ناتجة عن احتراق المواد، ما أدى إلى مشاكل تنفسية لدى بعض السكان وعناصر الإطفاء، في وقت لا تزال فيه الجهات المختصة تواصل تقييم حجم الخسائر بشكل كامل.

تابع الأخبار والمقالات الأخرى على قناة واتساب
إرني بوسبيتا ساري | إندونيسيا اليوم | كومباس


JAKARTA, INDONESIA ALYOUM.COM – Kebakaran yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam, menghanguskan lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi dan menyebabkan kerusakan berat di area tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik.

“Lahan yang terbakar sekitar 2.000 meter persegi. Dugaan sementara akibat adanya arus pendek listrik,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Heryanto menjelaskan, kebakaran terjadi saat SPBE tengah beroperasi, sehingga meningkatkan risiko, termasuk potensi ledakan gas. Proses pemadaman pun sempat mengalami kendala karena api melibatkan gas yang memerlukan penanganan khusus.

“Gas seperti ini perlu penanganan khusus dan harus dipetakan di mana titik apinya,” katanya.

Petugas juga harus bekerja ekstra hati-hati untuk mencegah kemungkinan ledakan susulan, sehingga proses penanganan menjadi lebih kompleks dibanding kebakaran pada umumnya.

Untuk mengatasi kebakaran tersebut, Disdamkarmat Kota Bekasi mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran, dengan tambahan tiga unit dari Kabupaten Bekasi. Total personel yang diterjunkan mencapai sekitar 100 orang, terdiri dari 72 personel inti dan tim pendukung lainnya.

“Sejak pukul 01.00 WIB, petugas mulai melakukan proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam,” ujar Heryanto.

Ia menambahkan, api secara umum telah berhasil dipadamkan. Namun, proses pendinginan masih terus dilakukan hingga seluruh sisa gas habis guna mencegah kebakaran kembali terjadi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kebakaran tidak hanya melahap area SPBE, tetapi juga merembet ke permukiman warga di sekitarnya. Puluhan rumah yang berada tepat di seberang jalan, dengan jarak sekitar satu meter dari lokasi SPBE, turut terbakar.

Besarnya kobaran api yang disertai ledakan menyebabkan atap rumah warga berhamburan hingga ke badan jalan. Dinding bangunan tampak menghitam akibat paparan api, sementara puing-puing berserakan di sekitar lokasi.

Sejumlah toko di kawasan tersebut juga dilaporkan terdampak. Selain itu, suasana di lokasi dipenuhi bau menyengat dari material yang terbakar, yang menyebabkan gangguan pernapasan bagi warga maupun petugas di sekitar titik kebakaran.

Erni Puspita Sari |KOMPAS

 

 

اترك رد

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني.