حِزب (PDIP) يرفض مُقتَرح العَمل مِن المَنزل للموظفين الحكوميين

PDIP Tolak Wacana ASN Kerja dari Rumah

212

جاكرتا، إندونيسيا اليوم – رَفضَ حِزب (PDIP)، مقترح القانون الذي يَسمح للموظفيين الحكوميين (ASN) بالعمل مِن المنزل. مُتعللًا بإن الخِدمة العامّة التي تُقَدم للمواطنيين لَن تَكون فعالة.

قال السكرتير العَام للحزب، هاستو كريستيانتو، في لقاء عُقد معه يَوم الجمعة (22/11): “واجب الموظف الحكومي هو خِدمة المواطنيين. فكيف سيخدمهم إذا عمل مِن المنزل؟”.

أكَّد هاستو أن هذا المُقترح غير جيد. وأن الموظف الحكومي يَجب أن يَكون له مكان يعمل فيه محدد مسبقًا من الدولة. وأن بيئة عمل الموظف الحكومة مختلفة تمامًا عن الموظف القطاع الخاص.

حيث قال: “لا يستطيع الموظف الحكومي أن يعَمل من المنزل مثلما يستطيع موظف القطاع الخاص”.

الجدير بالذكر، أن هاستو كريستيانتو كَان يَعمل أيضًا كسكرتير عَام للحملة الإنتخابية للرئيس الإندونيسي جوكو ويدودو ونائِبه معروف أمين.

ومَع ذلك، قال هاستو أنه مِن الممكن أن يكون هناك مساحة للموظف الحكومة للعمل من المنزل. ولكن على الحكومة الإندونيسية أن تدرس وتَرى ماهي بيئة العَمل المناسبة مِن المنزل وما التغييرات التي حدثت في بيئة العمل بشكل عام.

وأضاف: “يَجب أن يكون هناك وضوح قانوني بشأن مقر العمل للموظفين الحكوميين”.

وفي وَقت سابِق، أعلن وزير التخطيط والتنمية، سوهارسو مانورافا، أن المسؤولين في الوزارة يَعملون على وضع نظام يُتيح للموظف الحكومي إنهاء عَمله مِن المنزل بدون الحاجة للذهاب إلى المكتب.

وأعلن أيضًا وزير الإصلاح الإداري والبيروقراطية، تجاهجو كومولو، أنه يَدعم تِلك الفكرة. وأنه حتى هذه اللحظة، لا يوجد تعليقات أو صورة واضِحة عَن الأعمال التي يُمكنِ أن يتم إنجازها مِن المنزل.

وأكَّد على أن هذا الأمر يَجب تنظيمه بشكل دقيق، حيث أنه سوف يَعتمد بشكل جزئي عَلى الهوى والحُرية الشَخصية للموظف. وأنه على وزارة التخطيط والتنمية أن تتواصل معه للوضع سياسة مُحكمة للأمر.

 

المترجم : محمد علي | المصدر: وكالة ريبوبليكا الإخبارية


Jakarta, Indonesiaalyoum.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak wacana Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbolehkan bekerja dari rumah. Partai berlogo banteng moncong putih itu berpendapat bahwa pelayanan terjadap publik tidak akan berjalan efektif jika ASN bekerja dari rumah.

“Karena tugasnya melayani rakyat, kalau dia kerja di rumah bagaimana rakyat harus dilayani?” kata Sekretaris Jendral PDIP hasto kristiyanto di Jakarta, Jumat (22/11).

Hasto mengungkapkan, tidak tepat bagi ASN untuk bekerja dari rumah. ASN, dia melanjutkan, sebaiknya memerlukan sebuah tempat kerja yang sudah ditentukan oleh negara. Menurutnya, ASN memiliki ruang lingkup pekerjaan yang berbeda dengan pegawai swasta.

“Ya (tidak tepat) karena ASN. Kalau itu swasta dimungkinkan (bekerja dari rumah),” kata mantan sekretaris tim kampanye nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin ini.

Meski demikian, Hasto mengatakan bahwa ASN bisa bekerja dari rumah itu baru sebatas wacana publik. Dia mengatakan, pemerintah masih harus mengkaji dan untuk melihat bagaimana workspace itu mengalami perubahan.

“Karena apapun sebagai aparatur sipil negara itu harus ada kejelasan terhadap domisili kerja,” katanya.

Sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Manoarfa mengatakan pihaknya sedang menyusun skema kerja PNS tidak perlu “ngantor”. Artinya pekerjaan ASN akan lebih fleksibel dilakukan tanpa harus ke kantor asal mereka bisa menyelesaikan pekerjaannya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mendukung ide pelaksanaan ASN dapat bekerja dari rumah. Kendati, Tjahjo mengaku belum akan berkomentar lebih jauh bagaimana target pekerjaan yang dilakukan dari rumah tersebut.

Namun, dia mengatakan, aturan bekerja dair umah itu pun harus disusun secara hati-hati karena terkait dengan mental dan kebiasaan orang. Bappenas, menurutnya, juga tidak harus komunikasi dengan Kemenpat RB karena masing-masing instansi punya kebijakan masing-masing.

Penerjemah: Mohamed Ali | Sumber: nasional.republika.co.id

تعليقات
Loading...