إندونيسيا اليوم
تأسس إندونيسيا اليوم في 24 ابريل عام 2014م, وبدأ بثها التجريبي في 29 ابريل 2014م, لتكون بذلك من أوائل وكالة أنباء في إندونيسيا توفر رسمياً خدمة الأخبار بالعربية

التسلسل الزمني لحادثة مقتل 31 من عمال بناء جسر في بابوا

Kronologi Pembunuhan 31 Pekerja Proyek Jembatan di Papua

- الإعلانات -

0 201

جاكرتا، إندونيسيا اليوم –  تلقت شرطة إقليم بابوا بلاغ بمقتل عشرات العمال في مشروع بناء جسر بين منطقة كالي يجي وكالي أوراك في محافظة ندوجا آخر الإسبوع الماضي. وقد أرسلت الشرطة الإندونيسية والجيش الوطني الإندونيسي فريقًا لإجلاء الضحايا.

وقال رئيس شرطة بابوا (مارتوا سورمين): “يوم الثلاثاء الموافق (4/12) عاد أعضاء الفريق من موقع الحادث بعد أن ذهبوا ووجدوا أن العصابة المسلحة (KKB) قد قطعت ودمرت الطريق بواسطة الأشجار”.

وطبقًا للإخبار التي قد وصلتنا أن العمال قد لقوا حتفهم يوم الأحد (2/12) ولكن الشرطة قد تلقت الخبر يوم الإثنين الساعة الثالثة والنص عصرًا.

وكما ذكرت الشرطة فإن عدد العمال المقتولين هو 31 عامل.

وأفاد رئيس العلاقات العامة لشرطة بابوا (أحمد مصطفى كمال): “قتلت العصابة المسلحة أربعة وعشرون شخص في اليوم الأول وهرب ثمانية آخرون. ولكنهم سرعان ما وجدوا هؤلاء الثمانية وقتلوا سبعة منهم، وحتى الآن المعلومات مازالت غامضة عن مصير العامل الثامن هل قتل أيضًا أم هرب”.

كانت بداية هذا الحادث عن طريق إتصال تليفوني غامض كمان أوضح (كمال). ففي حوالي الساعة الثامنة والنصف مساء يوم 1 ديسمبر قد تلقى مدير مشروع بناء الجسر إتصال تليفوني من رقم يحمله (جوني) منسق موقع العمل. ولكنه قال أن من كان يكلمه لم يكن (جوني) وأنه لم يفهم حديثه.

و كان آخر تواصل بينه وبين (جوني) عبر رسالة قصيرة يوم 30 نوفمبر حيث أن (جوني) كان يشرف على مناطق أخرى خاصة  ببناء الجسر في محافظة ندوجا.

فبعد تلقي بلاغ القتل يوم 3 ديسمبر الساعة الثالثة والنصف عصرًا  تحرك على الفور فريق من الشرطة الجيش إلى موقع الحادث بمحافطة ندوجا تحت قيادة الشرطي (تاهاباري).

ولكنهم بعدما قطعوا 46 كيلومتر أخبرهم قائد سيارة قادمة من منطقة مبوا أنه يجب عليهم أن يرجعوا إلى جهة اليمين لإن هذا الطريق قد أغلق بواسطة العصابة المسلحة.

وأضاف (سورمين): “حتى الآن لا نعلم سبب قتل هؤلاء العمال”. الثلاثاء (4/12).

المترجم : محمد علي | المصدر: سي ان ان إندونيسيا


Jakarta, Indonesiaalyoum.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menerima informasi perihal pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, pada akhir pekan lalu.

Polda Papua dan TNI telah mengirimkan tim untuk mengevakuasi para korban.

Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin mengatakan Selasa pagi ini (4/12) diberangkatkan kembali anggota ke sana. Sebelumnya, kemarin telah dikerahkan personel gabungan ke lokasi. Namun, katanya, akibat jalan dihalangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan pohon-pohon di sepanjang jalan, akhirnya tim pun kembali ke Wamena.

Berdasarkan rilis yang diterima pembunuhan itu diduga terjadi pada Minggu (2/12), sementara polisi menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIT, Senin (3/12).

Dari data yang diterima kepolisian, disebutkan 31 orang tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan KKB membunuh 24 orang pada hari pertama, sementara delapan orang berhasil menyelamatkan diri.

Namun, KKB kemudian menangkap lagi delapan yang selamat dan tujuh pekerja dibunuh. Satu orang yang selamat belum ditemukan dan tidak diketahui apakah berhasil melarikan diri.

Berawal dari Telepon Gelap

Sebelum ada laporan pembunuhan tersebut, berdasarkan keterangan dari Kamal, pada 1 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIT, manajer proyek PT Istaka Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo, menerima telepon dari nomor seluler yang biasa dipegang koordinator lapangan, Jhoni.

Namun, Cahyo mengaku tak paham maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Di satu sisi, sebelum telepon tersebut, diketahui komunikasi terakhir dengan Jhoni yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi, Kali Nigidirik Distrik Yigi Kabupaten Nduga adalah via pesan singkat pada 30 November 2018 lewat Monang Tobing, petugas PPK Satker PJN IV PU Binamarga.

Setelah menerima laporan pembunuhan, pada 3 Desember 2018 pukul 15.30 WIT, personel gabungan TNI dan Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Namun, saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan untuk tim segera balik kanan karena jalan diblokir KKB.

“Belum dapat dipastikan penyebab pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka,” ujar Kapolda Papua Irjen Sormin seperti dikutip dari Antara, Selasa (4/12).

Translated by: Mohamed Ali | Source: cnnindonesia.com

(37)

تعليقات
Loading...
Click Me