إندونيسيا اليوم
تأسس إندونيسيا اليوم في 24 ابريل عام 2014م, وبدأ بثها التجريبي في 29 ابريل 2014م, لتكون بذلك من أوائل وكالة أنباء في إندونيسيا توفر رسمياً خدمة الأخبار بالعربية

سري مولياني: النمو الاقتصادي الإندونيسي يمكن أن يكون أرقى

Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Lebih Tinggi

296

جاكرتا، إندونيسيا اليوم– قالت وزيرة المالية سري مولياني إندراواتي إن النمو الاقتصادي قد يتجاوز خمسة في المائة من خلال عدد من التحسينات.

وقالت في جاكرتا يوم الثلاثاء (28/3) :”إن القدرة على خلق نمو اقتصادي بأن يكون أعلى موجودة دائماً”.

وقالت إن التحسينات تشمل التحسينات في المكونات الثلاثة الرئيسية التي كانت تحرك النمو الاقتصادي، وهي الاستهلاك الأسري والاستثمار والصادرات. من أجل تحسين أداء الاستهلاك الأسري، فإن الأمر الذي يمكن العمل به الحفاظ على معدل التضخم وخلق فرص عمل حتى يتم الحفاظ على القوة الشرائية للمواطنين.

وقال: “بالنسبة للفقراء، توفر الحكومة أيضا ضمانا اجتماعيا كافيا من حيث الأعداد والتغطية من أجل حماية الفقراء حقا”.

ولتحسين العمل الاستثماري، قالت بأن الحكومة لا تقوم بتحسين عملية التصاريح فحسب ولكن أيضا تثبيت خطط الحوافز الضريبية لجذب المستثمرين من القطاع الخاص. وقالت :”إننا ننظر إلى صحة القطاع الخاص ونسعى إلى خلق الفرص من خلال حل قضايا الترخيص بما في ذلك الحوافز الضريبية حتى يصبح القطاع الخاص محركًا اقتصاديًا”.

ثم لتحريك قطاع التصدير، فإن الشيء المهم الذي يجب القيام به احتياطا للحماية التجارية هو تنويع كل من بلد المقصد والمنتج السلعي وكذلك التصنيع. من قبل، صدر التقرير الاقتصادي الفصلي الأخير للبنك الدولي أن النمو الاقتصادي في إندونيسيا في الفترة 2018-2020 بلغ 5.3 % أو أعلى من تحقيق عام 2017 البالغ 5.1 %.

يعد هذا الإسقاط أكثر واقعية لتحقيقه بسبب وجود العديد من المخاطر التي يمكن أن تقوض النمو الاقتصادي في إندونيسيا مثل تباطؤ التجارة العالمية، وتقلبات أسعار الصرف، وانخفاض أداء الاستهلاك الأسري. وقد حذر البنك الدولي من أهمية تحسين نوعية السياسة المالية من أجل تسريع التنمية وتعزيز رفاهية الشعب من خلال تحسين الإيرادات الضريبية، فضلا عن استيعاب الإنفاق الأكثر كفاءة على البنية التحتية والموارد البشرية.

 

 

المترجم : أحمد شكري |المحرر : فارس البدر | المصدر: Republika

Jakarta, Indonesiaalyoum.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi bisa melebihi angka lima persen melalui sejumlah pembenahan.

“Potensi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi selalu ada,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (28/3).

Sri Mulyani mengatakan pembenahan yang dilakukan mencakup perbaikan dalam tiga komponen utama yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Untuk peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga, hal yang bisa dilakukan adalah menjaga laju inflasi serta menciptakan kesempatan kerja agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Untuk masyarakat miskin, pemerintah juga memberikan jaminan sosial yang memadai dari sisi jumlah maupun cakupan agar bisa betul-betul melindungi masyarakat miskin,” ujarnya.

Untuk peningkatan kerja investasi, kata dia, pemerintah tidak hanya memperbaiki proses izin kemudahan berusaha, tetapi juga membenahi skema insentif perpajakan untuk menarik minat investor swasta. “Kita lihat kesehatan sektor swasta dan berupaya menciptakan kesempatan, yaitu dengan menyelesaikan masalah perizinan, termasuk tax insentif. Ini dilakukan agar swasta bisa menjadi penggerak ekonomi,” kata Sri Mulyani.

Selanjutnya untuk menggerakkan sektor ekspor, hal penting yang dilakukan sebagai antisipasi terjadinya proteksionisme perdagangan adalah dengan melakukan diversifikasi baik dari negara tujuan maupun produk komoditas serta manufaktur. Sebelumnya, laporan ekonomi kuartal terbaru Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018-2020 berada pada kisaran 5,3 persen atau lebih tinggi dari pencapaian 2017 sebesar 5,1 persen.

Proyeksi tersebut lebih realistis untuk tercapai karena saat ini banyak risiko yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti melambatnya perdagangan global, volatilitas kurs, dan menurunnya kinerja konsumsi rumah tangga. Bank Dunia mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas kebijakan fiskal untuk akselerasi pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat, melalui perbaikan penerimaan pajak serta penyerapan belanja yang lebih efisien untuk infrastruktur dan sumber daya manusia.

Penerjemah I Ahmad Syukri I Editor: Fares alBadr I Sumber: Rol

 

(9)

تعليقات
Loading...
Click Me